Dulu jelantah dianggap limbah dapur yang paling gampang dibuang begitu saja. Sekarang, posisinya berbalik — jelantah jadi salah satu bahan baku yang dicari industri energi terbarukan, khususnya untuk produksi biodiesel.
Alasannya sederhana: biodiesel butuh bahan baku berbasis minyak nabati, dan jelantah adalah sumber yang jauh lebih murah serta lebih ramah lingkungan dibanding memakai minyak sawit segar yang masih harus ditanam dan dipanen baru. Memakai jelantah berarti mengolah ulang sesuatu yang sudah ada, bukan menambah lahan tanam baru.
Tren ini juga didorong oleh target bauran energi terbarukan di banyak negara, termasuk Indonesia, yang terus mendorong campuran biodiesel pada solar (seperti program B35/B40). Semakin tinggi target campurannya, semakin besar juga kebutuhan bahan baku jelantah dalam jumlah besar dan konsisten.
Buat rumah tangga dan usaha kuliner, ini artinya satu hal konkret: jelantah yang selama ini dianggap sampah, sekarang punya pembeli yang jelas dan harga yang bisa terus terjaga — bukan cuma tren sesaat. GoJelantah hadir untuk jadi penghubung yang transparan antara dapur Anda dan rantai pasokan ini.
Punya Jelantah Menumpuk di Rumah?
Jangan dibuang — setorkan ke GoJelantah, dijemput gratis dan dibayar tunai di tempat.
