Mengubah Minyak Bekas Jadi Sumber Daya Baru
GoJelantah hadir untuk menjembatani dapur rumah tangga dan usaha kuliner se-Jabodetabek dengan pengelolaan minyak jelantah yang bersih, adil, dan berkelanjutan.
Visi Kami
Menjadi mitra terpercaya nomor satu dalam pengelolaan minyak jelantah yang berkelanjutan di Jabodetabek — membuat setiap tetes jelantah punya nilai dan tujuan baru.
Misi Kami
Menjemput, mengolah, dan menyalurkan minyak jelantah secara transparan — sambil memberi nilai ekonomi yang adil ke setiap rumah tangga dan pelaku usaha yang mempercayakan jelantahnya ke kami.
Tiga Pilar Kerja Kami
Mengumpulkan Secara Bertanggung Jawab
Menjemput jelantah langsung dari rumah tangga, warung, resto, dan dapur katering se-Jabodetabek — gratis, tanpa ribet.
Mengolah Jadi Bernilai
Jelantah yang terkumpul disaring ulang lalu diproses menjadi biodiesel — bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan.
Membayar Setara
Setiap liter yang dijemput dibayar tunai dengan harga yang adil dan bisa dinego, karena kami percaya jelantah Anda layak dihargai sesuai kondisinya.

Dari Dapur Sampai Jadi Biodiesel
- 1
Dijemput dari rumah tangga, pedagang kaki lima, resto, hingga industri makanan skala besar.
- 2
Disaring & dimurnikan untuk memisahkan ampas, air, dan kotoran dari minyak.
- 3
Diekspor atau diproses lebih lanjut menjadi biodiesel — sebagian kecil juga dimanfaatkan untuk bahan baku sabun, pelumas, lilin, hingga kosmetik.
Permintaan jelantah sebagai bahan baku biodiesel terus naik seiring target campuran biodiesel nasional yang makin tinggi — jelantah jadi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan dibanding minyak nabati segar. Inilah yang membuat GoJelantah berani membayar tunai untuk setiap liter yang Anda setorkan, karena di ujung rantai pasokan, jelantah ini benar-benar terpakai, bukan sekadar terkumpul.
Kenapa Jelantah Gak Boleh Dipakai Berulang?
Minyak yang dipanaskan berulang kali mengalami oksidasi dan membentuk senyawa seperti akrilamida serta radikal bebas, yang jika terus dikonsumsi berisiko bagi kesehatan jantung dan pencernaan. Semakin sering dipakai, warnanya makin gelap dan kandungan senyawa berbahayanya makin tinggi — tanda paling gampang dikenali adalah warna cokelat kehitaman, bau tengik, dan tekstur yang lebih kental dari minyak baru.
Menyetor jelantah ke GoJelantah bukan cuma soal kebersihan dapur — ini langkah kecil yang melindungi kesehatan keluarga sekaligus lingkungan sekitar, sekaligus mengubah minyak yang tadinya jadi masalah menjadi pemasukan tambahan yang rutin.
